Postingan

MEMBUAT BETON SITE MIX K-175

Gambar
Beton adalah salah satu bahan bangunan yang komponen penyusunnya campuran dari beberapa bagian material, yaitu agregat kasar, agregat halus, semen dan air dengan komposisi tertentu untuk mencapai kekuatan pada durasi waktu tertentu. Perlu  ketahui kekuatan beton sangat bervariasi sesuai dengan komposisi yang digunakan. Menurut SNI 7394 -2008 tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton Untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan berikut contoh komposisi adukan beton untuk beberapa jenis kekuatan beton : 3 (tiga) contoh diatas menunjukkan pada masing-masing kekuatan beton akan berbeda jika jumlah komposisi bahan tiap adukan beton per m kubiknya berbeda. Mari kita coba hitung komposisi adukan beton K 175 dengan berat satuan Semen = 1250 kg/m3 ; air = 100kg/m3 ; pasir beton = 1400 kg/m3 dan kericak 1350 kg/m3 (catatan = berat satuan pasir dan kericak pada masin-masing tempat berbeda, Harus dilakukan pemeriksaan terhadap pasir dan kericak untuk memperoleh ...

PERHITUNGAN BOX CULVERT

Gambar
Berikut ini contoh perhitungan  Box-Culvert  untuk Jembatan Kalibayem, Sleman, D.I. Yogyakarta. Down-load contoh perhitungan berikut ini :  DONWLOAD sumber: http://mnoerilham.blogspot.com

Spreadsheet Excel Format .XLS Untuk Perhitungan Proyek Teknik Sipil

Perhitungan-perhitungan dalam pekerjaan sipil banyak yang memakan waktu (time consuming) jika dikerjakan secara manual / perhitungan dengan tenaga manusia. Peran komputer dan program komputer (Software) untuk pemecahan masalah keteknikan terasa sangat vital disini. Sebab selain dapat menghemat waktu, juga dapat menghemat biaya tenaga kerja, sehingga pekerjaan proyek dapat dikerjakan dengan lebih efektif dan efisien. Di bawah ini penulis blog sajikan beberapa spreadsheet berformat .xls yang dapat dibuka dengan aplikasi Microsoft Excel. Spreadsheet ini dapat digunakan untuk membantu menghitung beberapa rancangan struktural bangunan. Semoga dapat membantu kemajuan pekerjaan konstruksi di indonesia. Selamat mendownload. 1. JEMBATAN BALOK T 2. DINDING PENAHAN TANAH 3. RANGKA ATAP BAJA 1 4. RANGKA ATAP BAJA 2 5. RANGKA ATAP BAJA 3 6. PERHITUNGAN PLAT LANTAI DAN BALOK GEDUNG 7. PERHITUNGAN KOLOM GEDUNG 8. PERHITUNGAN PONDASI GEDUNG

PERHITUNGAN JEMBATAN BALOK T

Gambar
Jembatan adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini dapat berupa jalan lain (jalan air atau jalan lalu lintas biasa). Jika jembatan berada diatas jalan lalu lintas maka disebut sebagai viaduct (struyk dan van der veen, 1984). Perkembangan trasportasi yang semakin erat kaitannya dengan pembangunan, baik berupa pembangunan jalan maupun jembatan yang berfungsi untuk memperlancar arus kendaraan sehingga tercipta efisiensi waktu dalam beraktifitas. donwload

PERHITUNGAN UNDERPASS

Gambar
  Underpass adalah jalan yang dibuat di bawah tanah dan fungsinya sama dengan Flyover yaitu untuk mengurai kemacetan. Biasanya kalau underpass itu pasti dibagian dindingnya dibuat ornamen-ornamen khas daerahnya seperti yg terdapat di Underpass Simpang Dewa Ruci, Bali dan Underpass Jombor, DIY. Untuk perhitungan ya silahkan  DONWLOAD sumber: http://mnoerilham.blogspot.com

MENGHITUNG GAYA BATANG MENGGUNAKAN METODE CREMONA

Gambar
Sebelumnya kita telah menghitung gaya batang menggunakan  PROGRAM SAP 2000 . Apakah hasil gaya batangnya sama apabila kita menggunakan Metode Cremona? Rencana Rangka Kuda-kuda Penentuan reaksi tumpuan ∑ MH = 0 (RA x 6 m) - (P/2 x 6 m) - (P x 4,5 m) - (P x 3 m) - (P x 1,5 m) - (P/2 x 0) = 0 (RA x 6 m) - (100 kg/2 x 6 m) - (100 kg x 4,5 m) - (100 kg x 3 m) - (100 kg x 1,5 m) - (100 kg/2 x 0) = 0 (RA x 6 m) - 300 kgm - 450 kgm - 300 kgm - 150 kgm - 0 = 0 (RA x 6 m) - 1200 kgm = 0 RA x 6 m = 1200 kgm RA = 1200 kgm/ 6 m  RA = 200 kg ∑ MA = 0 (RH x 6 m) - (P/2 x 6 m) - (P x 4,5 m) - (P x 3 m) - (P x 1,5 m) - (P/2 x 0) = 0 (RH x 6 m) - (100 kg/2 x 6 m) - (100 kg x 4,5 m) - (100 kg x 3 m) - (100 kg x 1,5 m) - (100 kg/2 x 0) = 0 (RH x 6 m) - 300 kgm - 450 kgm - 300 kgm - 150 kgm - 0 = 0 (RH x 6 m) - 1200 kgm = 0 RH x 6 m = 1200 kgm RH = 1200 kgm/ 6 m RH = 200 kg Reaksi tumpuan A dan H sudah diketahui. Selanjutnya memulai perhitungan dari ...

menghitung debit air di lapangan

Debit air dapat di hitung dengan rumus: Q= A x V Keterangan: V = volume air (m 3 ) A = luas penampang Q = debit air (m 3 /s) Leonard euler (1707-1783) menyatakan bahwa fluida sebagai medan rapat massa dan medan vector kecepatan. Tiap besaran yang dipergunakan untuk menyatakan keadaan fluida akan mempunyai nilai tertentu pada tiap titik dalam ruang dan pada tiap saat. ·           Menentukan lokasi daerah pengukuran 1.      Memasang pasak 1 disebelah kiri saluran, kemudian tegak lurus ke arah seberang, pasak no.2. 2.      Menghubungkan antara pasak no.1 dengan pasak no.2 menggunakan tali rafia. (sebagai batas daerah pengukur I) A.      Memasang pasak no.3 dengan no.4 dengan jarak 25 meter ke arah hilir pada pasak no.1 dan no.2. B.      Menghubungkan antara pasak no.3 dan pasak no.4 dengan tali rafia (sebagai batas daerah pengukur II) C.   ...